Terima kasih telah berkunjung ke seruan muslim7 ,Insyaallah bermanfaat dan mohon maaf atas kekurangan kekurangan yang ada , SUKRON !!

Search.......

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kutipan

"Komandoin orang buat baca 100 sholawat skrng ya. Malam ini. Silahkan bikin redaksinya sendiri. Yg jelas, saya baca nih skrng. Dg harapan diikuti oleh sebanyak2nya orang bacaan sholawat saya ini. Dg begitu didapet irama yg sama, frekuensi persiapan doa yg sama. Habis baca sholawat, doa dan saling mendoakan dah. Makasih ya..

Selasa, 26 April 2011

AL-MASIH ISA BIN MARYAM DAN AL-MASIH AD-DAJJAL

108. Abdullah bin Umar r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Semalam aku mimpi di dekat Ka’bah ada seorang yang merah bagus rupanya panjang rambutnya sampai ke bahunya, lurus rambutnya bagaikan meneteskan air, sambil meletakkan kedua tangannya di atas bahu orang di kanan kirinya, sedang ia tawaf, maka aku bertanya: Siapakah orang itu?  Jawabnya:  Itu Al-Masih Isa bin Maryam.  Kemudian aku melihat juga seorang di belakangnya, sangat keriting rambutnya, buta matanya sebelah kanan, hampir serupa dengan Ibn Qathan, dia juga meletakkan kedua tangannya di atas bahu dua orang di kanan kirinya, juga tawaf di Ka’bah, ketika aku tanya siapa orang itu?  Dijawab:  Al-Masih Ad-Dajjal.  (Bukhari, Muslim).

KEPASTIAN ADANYA SYAFAAT DAN KELUARNYA ORANG YANG BERTAUHID DARI NERAKA

Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Nabi SAW. Bersabda: Akan masuk ahli surga ke surga, dan ahli neraka ke neraka, kemudian Allah memerintahkan: Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari iman.  Lalu dikeluarkan mereka dalam keadaan sudah hitam warna mereka, lalu dimasukkan ke dalam sungai kehidupan (nahrul hayat), maka tumbuhlah mereka itu bagai biji yang tumbuh setelah ada air bah, dan tidaklah tumbuhnya berwarna kuning berbelit (berkait).  (Bukhari, Muslim).

Senin, 04 April 2011

Apakah hidup hanya untuk ibadah ??

Sobat rohimakumullah
Didalam Al Qur’an Al Karim surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah SWT telah berfirman, “ Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu”. Berdasarkan firman Allah ini maka sesungguhnya tugas kita sebagai manusia didunia yang fana ini tidak ada yang lain kecuali hanya beribadah kepadaNya. Hanya beribadah kepada Allah SWT.
“Lho kang….lha kalau tugas kita Cuma beribadah, kapan kita bekerja, kumpul keluarga, bermasyarakat, arisan dan lain-lain? Mosok kita Cuma disuruh sholaaaaat terus, puasa terus, ngajiii terus. Ya nggak bisa to kang”, protes bang Somad.


Sobat!
Komentar bang Somad tadi memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar. Memang kebanyakan diantara kita masih beranggapan bahwa yang dinamakan ibadah itu ya sholat, puasa, zakat, ngaji, infak., sedekah, haji dsb. Bahkan sebagian orang memandang apabila sudah haji maka sempurnalah keislamannya dan surga sudah menjadi jaminannya. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah. Namun akan menjadi keliru bila hal ini menjadikan kita lupa atau mengabaikan hal-hal lain yang setiap hari kita kerjakan dan menghabiskan waktu kita. Padahal dari situlah modal terbesar kita untuk beribadah kepada Allah SWT.
Coba hitung waktu kita habis untuk apa?
• Sholatkah? Paling sholat kita 5 kali sehari. Kalau sekali sholat 5-10 menit berarti cuman butuh waktu 25-50 menit. Nggak nyampe 1 jam tho kang?
• Puasa? Paling-paling kita setahun sekali. Itupun pas Ramadhan. Yang puasa sunah bisa dihitung dengan jari. Ya kan?
• Zakat? Paling setahun sekali. Itupun sebagian besar cuman zakat fitrah. Zakat malnya banyak yang kelupaan.
• Haji ? Wah…belum tentu bagi kita yang pas-pasan. Termasuk yang ngomong juga. Yang punya duit paling-paling seumur hidup sekali.
Lha ternyata kang…. waktu kita itu habis untuk tidur, bekerja, belajar, ngobrol di poskamling, makan minum, olahraga dsb. Ya..nggak? Dan celakanya, seringkali kegiatan-kegiatan tersebut berjalan dan berlalu begitu saja tanpa muatan/niatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena tanpa niat untuk beribadah kepada Allah, maka juga tidak akan bernilai ibadah dan tidak akan mendapatkan apa-apa disisi Allah SWT.
“Lho….apa bisa kang : tidur, makan, minum, olahraga jadi ibadah”, Tanya kang Parman.
Ya .. bisa! kenapa tidak!
Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa “Betapa banyak sekali amalan-amalan yang nampaknya sebagai amalan dunia, dengan niat yang benar maka menjadi amalan akhirat. Betapa banyak amalan-amalan yang nampaknya sebagai amalan akhirat tapi menjadi amalan dunia semata karena niat yang salah”.
Sobat!
Sabda Rasulullah ini menjelaskan kepada kita bahwa betapa banyak amalan-amalan, perbuatan-perbuatan yang kelihatannya merupakan amalan dunia semata seperti makan, minum, tidur dsb, tetapi bisa menjadi amalan akhirat atau bernilai ibadah dan mendapatkan pahala disisi Allah. Karena apa? Karena niat yang benar yaitu mengharap ridho Allah SWT.
Tetapi sebaliknya. Betapa banyak amalan-amalan yang kelihatannya merupakan amalan akhirat, kelihatannya merupakan ibadah seperti sholat, zakat, haji, puasa dan sebagainya. Tetapi hanya menjadi amalan dunia semata, artinya tidak bernilai ibadah dan tidak mendapatkan pahala disisi Allah. Karena apa? Karena niat yang salah yaitu bukan karena Allah tetapi karena yang lain. Misalnya biar dilihat orang, ingin dipuji dsb.
Jadi kata kuncinya adalah NIAT YANG BENAR.
Maka dengan Niat yang benar yaitu semata-mata mengharap ridho Allah, maka insyaallah seluruh aktivitas kita mulai dari tidur, bekerja, belajar, makan, minum bahkan sampai tidur lagi akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala disisiNya.
Terkait dengan ini Rosul pernah bersabda, “Bahwasanya segala amal perbuatan itu tergantung pada niat, dan bahwasannya bagi tiap-tiap orang adalah apa yang ia niatkan”(HR Bukhari Muslim). Intinya :
Perbuatan yang baik dengan niat yang benar karena mengharap ridho Allah akan bernilai ibadah. Dan sebaliknya perbuatan baik dengan niat yang tidak benar yaitu bukan karena Allah maka akan sia-sia. tidak bernilai ibadah dan tidak mendapatkan apa-apa disisi Allah SWT.
Jadi dalam hal ini niat merupakan tamyisul ‘ibadah ‘anil ‘adah. Niatlah yang membedakan apakah perbuatan kita termasuk ibadah atau hanya adat kebiasaan semata yang tidak bernilai ibadah.
“Kang! Lha kalau perbuatan yang tidak baik kita iringi dengan niat yang baik bagaimana? Misalnya : kita judi hasilnya untuk mbangun masjid gimana kang?” Tanya kang paijo.
Wah kalo itu, para ulama mengibaratkan kita cuci muka. Cuci muka kan baik tho? Tapi menjadi tidak baik manakala cuci mukanya dengan kotoran, dengan air kencing misalnya. Maka tidak jadi bersih malah semakin kotor. Demikian juga dengan amal buruk diniatkan untuk kebaikan, Misal judi untuk sedekah. Itu sama saja dengan cuci muka dengan air kencing tadi.
Maka agar hidup kita sesuai perintah Allah yaitu hanya untuk beribadah kepadanya, maka kita harus berbuat baik sesuai tuntunan syariat dan semuanya harus kita lakukan semata-mata dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rohmat dan hidayahNya untuk kita semuanya sehingga kita dapat melaksanakan tugas pokok kita sebagai hamba Allah yaitu menjadikan hidup kita semata-mata untuk beribadah/mengabdi kepadaNya. Amin.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab

Minggu, 03 April 2011

Pesan pesan yang bijaksana

Seorang yang dikenal bijaksana berpesan kepada anaknya.pesannya:''Wahai anakku aku berpesan sepuluh perkara dan peliharalah pesan pesanku ini :
1.Jangan bersengketa dengan tetangga
2.Jangan berkongsi dengan orang yang suka cemburu
3.Jangan tinggal bersama orang pendengki
4.jangan bertetangga dengan orang yang jahil
5.Jangan memulai perkelahian dengan orang yang lebih kuat darimu
6.jangan suka berteman dengan orang yang suka riya
7.Jangan terlalu banyak bergaul dengan wanita
8.Jangan berkawan dengan orang yang kikir
9.Jangan pernah memberikan rahasiamu kepada siapapun
10.Jangan pernah membicarakan tentang sesuatu,kecuali yang kamu ketahui dan jangan membeli kecuali yang kamu butuhkan...

Sabtu, 02 April 2011

Gangguan syaitan

Pada waktu kita shalat sesungguhnya ada 4 perkara yang menjadi penghalang kita yaitu 
1.Dunia ;dalam sholat kita memikirkan dunia
2.makhlul;sering dalam shalat kita memikirkas seseorang
3.syaitan;yang sesunguhnya sellu menggangu kita
4,Hawa nafsu;yang membuat kita malas dan ingin melakuka sesuatu
semua itu yang akan membuat shalat kita tidak tenang,ingin buru-buru,membuat kita kesal dengan imamnya(karena bacanya kelamaan)membuat kita lupa rakaat shalat dan lain-lain

Apakah bisa dihindarkan ?
-Bisa.....
dangan membaca AudzubillahiminasyaitaaniroziiM,,PADA SEBELUM SHALAT DAN SEBELUM MEMULAI AL FATIHAH  
Untuk berlindung dari godaan saytan yg terkutuk
Manusia yang beruntung adalah yang kegiatanya lebih baik daripada yang kemarin.....

Jumat, 01 April 2011

Berwudhu sebelum tidur dan Doa sebelum tidur

Dari Al Barra` bin ‘Azib r.a., Rasulullah SAW. bersabda kepadaku: “Apabila kamu hendak tidur, maka berwudlulah sebagaimana kamu berwudlu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, dan ucapkanlah: ‘ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSI ILAIKA WAFAWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRI ILAIKA RAHBATAN WA RAGHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A WALAA MANJAA MINKA ILLA ILAIKA AMANTU BIKITAABIKA ALLADZII ANZALTA WA BINABIYYIKA ALLADZII ARSALTA
(Ya AIlah ya Tuhanku, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dalam keadaan harap dan cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus).
‘Apabila kamu meninggal (pada malam itu) maka kamu mati dalam keadaan fitrah (suci). Dan jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu (menjelang tidur).’ Maka aku berkata; ‘Apakah saya menyebutkan; ‘Saya beriman kepada Rasul-Mu yang telah Engkau utus? ‘ Beliau menjawab: ‘Tidak, namun saya beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.’  (HR.Bukhari:5836)

للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU

105. Mujahid berkata:  Ketika kami di majelis Ibn Abbas r.a. maka orang-orang menyebut Dajjal, dan dikatakan bahwa diantara kedua matanya ada tertulis: Kafir.
Ibn Abbas berkata: Aku tidak mendengar keterangan itu, tetapi Nabi saw. bersabda:  Adapun Musa maka seakan-akan aku melihat padanya ketika turun ke lembah sambil membaca talbiyah (Labbaika Allahumma labbaika). (Bukhari, Muslim).